
Di suatu sore hari pada suatu desa kecil, ada seorang yang sudah tua
duduk bersama anak nya yang masih muda yang baru saja diwisuda akan
kelulusannya pada perguruan tinggi ternama di kota itu. Mereka duduk
berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar
mereka.
Saat mereka berbincang-bincang, datang seekor burung hinggap di
ranting pohon. Si ayah lalu menuding jari ke arah burung itu sambil
bertanya,
“Nak, apakah benda hitam itu?” “Burung gagak”, jawab si anak.
Ayah mengangguk-anggukkan kepala, namun tak berapa lama kemudian, ayah
mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang
mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit keras.
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi kemudian tak berapa lama si ayah kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
Si anak merasa sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.